DUKUNGAN KELUARGA SEBAGAI PENENTU KEMANDIRIAN AKTIVITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PADA LANSIA PASCA-STROKE
- Erlina Fazriana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Depi Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
Abstrak
Latar Belakang: Stroke menyebabkan penurunan kemampuan fungsional lansia terutama dalam aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL) sehingga meningkatkan risiko ketergantungan; dukungan keluarga berperan penting dalam pemulihan kemandirian, dengan prevalensi stroke pada lansia menurut SKI 2023 sebesar 3,54 per mil (usia 65–74 tahun) dan 4,13 per mil (usia ?75 tahun). Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 50 lansia pasca stroke yang dipilih secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung; instrumen menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Barthel Index, analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Responden umumnya memiliki dukungan keluarga yang baik dan tingkat kemandirian ADL berada pada kategori ketergantungan ringan hingga sedang; uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan tingkat kemandirian ADL (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dan kemandirian ADL pada lansia pasca stroke, sehingga keterlibatan aktif keluarga perlu diperkuat melalui peningkatan dukungan informasional (nutrisi dan perawatan lansia) serta dukungan penilaian/motivasi dalam proses pemulihan untuk meningkatkan kualitas hidup.