DETEKSI DINI GANGGUAN PENGLIHATAN DAN REFRAKSI DI PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU JAKARTA
- Arief Witjaksono Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Gustini Maolani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Anggit Nugroho Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Motris Pamungkas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Iwan Nirwana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Wan Munawar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
Abstrak
Gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di daerah terpencil dan pesisir, termasuk Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, serta wilayah urban lainnya seperti Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Keterbatasan akses terhadap layanan optometri dan rendahnya kesadaran akan pemeriksaan mata rutin menyebabkan banyak kasus tidak terdeteksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan melakukan deteksi dini gangguan penglihatan dan pemeriksaan kelainan refraksi, serta memberikan kacamata koreksi, proteksi, atau baca bagi masyarakat yang membutuhkan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan mata, skrining tajam penglihatan, pemeriksaan refraksi objektif dan subjektif oleh optometris, serta pemberian kacamata. Kegiatan dilaksanakan pada 7–8 Maret 2024 di Pulau Tidung dan Kelurahan Papanggo, dengan jumlah peserta 461 orang. Hasil kegiatan menunjukkan prevalensi kelainan refraksi tertinggi adalah astigmatisme (33,8%), diikuti miopia (13,0%) dan hipermetropia (12,1%). Sebanyak 247 orang (53,6%) terdiagnosis presbiopia. Sebanyak 418 orang (90,7%) menerima kacamata sesuai kebutuhan. Simpulan, program ini berhasil mendeteksi kelainan refraksi dan memberikan intervensi kacamata secara massal, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.