PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PUBERTAS DI SDN PASIRLUHUR KABUPATEN BANDUNG
- Mira Meliyanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Aisah Aisah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Haidir Syafrullah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Rosita Rosita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
Abstrak
Minimnya pengetahuan pubertas memicu ketidaknyamanan, emosi tidak stabil, dan perilaku beresiko seperti pacaran, seks bebas dan kehamilan dini. World Health Organization (WHO), menyebutkan Sebanyak 18% penduduk dunia adalah remaja pubertas awal dimulai usia 9-13 tahun. Hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI), menyebutkan 13,3% remaja putri tidak mengetahui perubahan fisiknya saat pubertas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media video animasi terhadap pengetahuan siswa tentang pubertas di SDN Pasirluhur Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen, yaitu pretest-posttest nonequivalent group. sampel sebanyak 85 orang kelompok intervensi video animasi dan 85 kelompok kontrol tanpa intervensi dengan teknik total sampling 170 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi 8,2% siswa memiliki pengetahuan baik, sedangkan setelah intervensi, presentase tersebut meningkat menjadi 44,7%. Kemudian kelompok kontrol Pretest tanpa intervensi 84% siswa memiliki pengetahuan kurang, sedangkan posttest tanpa intervensi 80,0% presentase tersebut tidak ada peningkatan. Analisis data menggunakan analisis Uji Independen T- test dengan menunjukkan nilai P value= 0.000 a= 0,05. Hasil penelitian ini menunjukan p value= 0.000 dengan taraf signifikan 0.05.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh pengetahuan siswa setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media video animasi tentang pubertas.