Langsung ke konten

PENDIDIKAN KESEHATAN MATA SERTA KEGIATAN SKRINING DAN DETEKSI DINI PENGLIHATAN DI RUMAH ZAKAT TURANGGA KOTA BANDUNG

  • Mayarani Mayarani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Gaos Sarifudin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Dea Purnamasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Farida Azzahra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Norman Muhammad Habieb Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Salman Al Farisi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Yuanita Lestari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Calvin Taufik Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Ermawar Nur Ilmiyati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Nur Hajri Rabbani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Rhena Yuliana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID

Abstrak

Tingginya gangguan penyakit mata tentu berdampak pada peningkatan jumlah pasien layanan kesehatan mata yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang prima. Pada kenyataannya, pelayanan pada pasien belum memenuhi harapan dan tuntutan masyarakat sehingga kita dapat melihat bahwa implementasi kebijakan perubahan status kelembagaan rumah sakit belum mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang memenuhi harapan. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu untuk skrining dan deteksi dini penglihatan pemeriksaan kelainan refraksi mata. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Rumah Zakat Turangga Kota Bandung dengan sasaran peserta kegiatan yaitu anak-anak dan penanggungjawab Rumah Zakat. Hasil pada pengabdian masyarakat ini didapatkan frekuensi atau presentase peserta kegiatan yang mempunyai kondisi mata sehat (emmetropia atau normal) yaitu 65,38%, miopia 30,78%, Miopia Astigmat 1,28%, AMS 1,28%, dan AMC 1,28%. Dilihat dari distribusi dan frekuensi, sebagian besar kesehatan mata mahasiswa/pasien/klien/masyarakat di Rumah Zakat mempunyai penglihatan yang sangat baik. Sedangkan sebagian kecil lainnya mengalami gangguan kelainan refraksi, sehingga harus di rehabilitasi segera baik menggunakan alat bantu rehabilitasi penglihatan berupa kacamata, dan/atau menjaga perilaku dan pola hidup sehatnya khususnya kesehatan mata.