GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA PRASEKOLAH SAAT PEMASANGAN INFUS DI RUMAH SAKIT BAYUKARTA KARAWANG
- Hani Triana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Liliek Fauziah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Lemmy Horasniari Purba Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
Abstrak
Hospitalisasi pada anak adalah proses karena sesuatu alasan darurat atau mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangan kembali ke rumah. Anak juga mempunyai kecemasan yang tinggi saat dilakukan prosedur invasif seperti pemasangan cairan intra vena atau perawatan yang dilakukan di rumah sakit dengan reaksi mereka yang cenderung bermacam-macam. Berdasarkan pengalaman peneliti hal tersebut juga terjadi di RS Bayukarta Karawang. Metode penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah yang akan dilakukan prosedur pemasangan cairan intra vena (infus) dengan teknik accidental sampling, alat pengukur data berupa kuisioner HARS untuk mengukur tingkat kecemasan pada anak. Hasil penelitian pada 35 anak usia prasekolah yang dilakukan prosedur pemasangan cairan intra vena (infus) di Rumah Sakit Bayukarta Karawang menunjukkan bahwa anak yang mengalami cemas berat 2 anak (5,7%) sedangkan anak yang mengalami panik 33 anak (94,3%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar anak usia prasekolah yang dilakukan prosedur pemasangan cairan intravena (infus) di Rumah Sakit Bayukarta mengalami panik. Saran untuk pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Bayukarta Karawang dapat dijadikan sebagai masukan dalam membuat strategi seperti menjalin hubungan dengan komunikasi teraupetik, melakukan terapi bermain seperti roleplay dan melibatkan orang-orang terdekat untuk menurunkan tingkat kecemasan.