Langsung ke konten

Hubungan Fungsi Kognitif dengan Kemandirian Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dan Fakku Raqabah Muhammadiyah Kota Bandung

  • Erlina Fazriana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, bandung, Indonesia, ID
  • Dea Dini Fithriani Institute of Health Science Dharma Husada, Bandung, Indonesia, ID
  • Kuslan Sunandar Politeknik Kesehatan Kemenkes Bandung, ID

Abstrak

Pada umumnya, kondisi fisik seseorang yang telah memasuki usia lanjut mengalami penurunan yang berlipat ganda. Setiap 3 detik 1 orang di dunia mengalami demensia. Angka kejadian demensia meningkat dengan cepat dan saat ini diperkirakan 46,8 atau 50 juta orang didiagnosis menderita demensia di dunia. Lansia demensia cenderung memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara fungsi kognitif dengan kemandirian lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dan Panti Sosial Fakku Raqabah Muhammadiyah Kota Bandung. Metode penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner MMSE (Mini Mental State Examination) untuk mengetahui fungsi kognitif dan kuesioner Activity of Daily Living (ADL) dengan instrumen Modified Barthel Index untuk mengetahui kemandirian. Metode analisis data yang digunakan adalah uji Rank Spearman. Hasil analisis menunjukkan 34 responden (65,4%) memiliki fungsi kognitif yang baik dan 31 responden (59,6%) memiliki kemandirian yang tinggi. Hasil uji rank spearman diperoleh nilai p-value (0,001), maka H1 diterima. Hal ini berarti terdapat hubungan antara fungsi kognitif dengan kemandirian lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Pertiwi dan Fakku Raqabah Muhammadiyah Kota Bandung. Dari penelitian ini diharapkan pihak pengelola panti dapat memberikan media kegiatan yang dapat menjaga fungsi kognitif lansia.