Langsung ke konten

HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN VIRAL LOAD PADA MONITORING TERAPI ANTIRETROVIRAL ODHA DI PELAYANAN KESEHATAN PERAWATAN, DUKUNGAN DAN PENGOBATAN KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2023

  • Yeni suryamah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Oka Septiriani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Khalina Puspitasari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID

Abstrak

Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan masalah kesehatan dan sosial di Indonesia. Hingga saat ini, pengobatan terbaik untuk pasien HIV adalah dengan terapi antiretroviral (ARV) kombinasi. Status gizi merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan terapi ARV karena berhubungan dengan respon imun tubuh terhadap terapi ARV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan viral load dalam pemantauan terapi ARV. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kohort retrospektif dengan sampel 116 orang dengan HIV AIDS (ODHA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode analisis regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <40 tahun (77%), berjenis kelamin laki-laki (79%), tidak memiliki infeksi TB (65%), memiliki tingkat kepatuhan minum obat >95% (53%), IMT ?18,5 kg/m2 (59%), dan memiliki viral load yang tertekan (84%). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan viral load setelah mengontrol variabel kovariat lain, yaitu infeksi TB dan kepatuhan (p-value = 0,134). Meskipun demikian, status gizi dan infeksi HIV memiliki korelasi yang tinggi, sehingga tetap diperlukan pemantauan rutin selain viral load, seperti berat badan, tinggi badan ketika ODHA berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan, dan juga diperlukan upaya pemberian makanan tambahan untuk menjaga agar IMT ODHA tidak mengalami penurunan.