Langsung ke konten

PENGARUH SENAM PROLANIS (PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH KLIEN HIPERTENSI DI KLUB PROLANIS PUSKESMAS GRIYA ANTAPANI

  • Oktarian Pratama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Siti Aisah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID

Abstrak

Hipertensi atau biasa disebut tekanan darah tinggi, adalah tekanan darah sistolik >140 mmHg atau tekanan darah diastolik >90 mmHg. Di Indonesia, hipertensi termasuk salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah kasus mencapai 185.857. Senam prolanis merupakan salah satu pengobatan non-farmakologi dalam penurunan tekanan darah yang diadakan oleh BPJS Kesehatan. Jumlah hipertensi di klub Prolanis Puskesmas Griya Antapani mencapai 150 orang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Senam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Bagi Penderita Hipertensi. Jenis penelitian ini berupa Quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest-postest design. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota klub prolanis sebanyak 20 orang dengan menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, spigmomanometer dan stetoskop. Hasil penelitian dengan menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan bahwa ada pengaruh senam pronalis terhadap penurunan tekanan darah dengan perbedaan rata-rata TD sebelum senam prolanis 146,50/96,00 dan perbedaan TD sesudah senam prolanis 127,50/82,50. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,001 (<0,05) maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang signifikan senam prolanis (program pengelolaan penyakit kronis), ada perbedaan yang signifikan antara TD sebelum dan TD sesudah perlakuan. Diharapkan kepada perawat puskesmas dapat memasukan senam prolanis (program pengelolaan penyakit kronis) sebagai salah satu program kerja dalam pelaksanaan Prolanis dan meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi.