Langsung ke konten

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT RAWABOGO : JUS TIMUN SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN TEKANAN DARAH SECARA MANDIRI

  • Dian Maulinda Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Rani Arumsari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Rizky Pratama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
  • Imam Syahputra Yamin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID

Abstrak

Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan utama di pedesaan Indonesia. Pengabdian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Rawabogo melalui penyuluhan hipertensi dan terapi jus timun sebagai upaya mandiri menurunkan tekanan darah. Kegiatan meliputi penyuluhan dengan pre-test dan post-test (35 peserta) serta intervensi jus timun 100 ml/hari selama tiga hari pada enam responden hipertensi yang dipilih secara acak. Tekanan darah diukur sebelum dan 1-2 jam setelah konsumsi jus. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari 56,00±8,12 menjadi 80,00±6,86 (p<0,001). Setelah konsumsi jus timun, rata-rata tekanan darah sistolik menurun dari 172,3±28,3 mmHg saat sebelum intervensi (baseline) menjadi 154,3±16,4 mmHg pada hari ke-2, sedangkan rata-rata tekanan darah diastolik juga menurun dari 99,2±18,9 mmHg menjadi 92,7±7,9 mmHg pada hari ke-1. Namun demikian, penurunan tekanan darah bervariasi antar individu, dengan beberapa responden menunjukkan respons yang lebih baik dibandingkan yang lain. Kesimpulannya, penyuluhan efektif meningkatkan pengetahuan, dan jus timun 100 ml per hari berpotensi sebagai terapi komplementer penurun tekanan darah. Program ini direkomendasikan untuk direplikasi di wilayah pedesaan lainnya dengan didampingi oleh kader kesehatan setempat