PEMERIKSAAN MATA MENGGUNAKAN TENTATIF REFRAKSI DI PONDOK PESANTREN SIRAAJUL UMMAH
- Anggit Nugroho PMN RS Mata Cicendo Bandung, ID
- Motris Pamungkas Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Arief Witjaksono Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Nurwidianto Nurwidianto Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- M. Fariz Nur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
- Nopia Siti Nurazizah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, ID
Abstrak
Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat menurunkan kualitas hidup individu, terutama bila tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara dini. Kelompok masyarakat di lingkungan pesantren sering kali tidak mendapatkan akses yang memadai terhadap layanan pemeriksaan mata, padahal aktivitas belajar dan ibadah mereka sangat bergantung pada fungsi penglihatan yang optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini kelainan refraksi dan gangguan penglihatan melalui pemeriksaan tentative refraksi di Pondok Pesantren Siraajul Ummah, Karangrahayu, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 20 Februari 2022 dengan sasaran sebanyak 100 orang yang terdiri atas santri dan pengajar. Pemeriksaan meliputi skrining tajam penglihatan dan refraksi subjektif menggunakan trial lens set dan trial frame. Hasil menunjukkan bahwa 30,5% peserta mengalami miopia, 25,0% mengalami astigmatisme, 10,5% mengalami hipermetropia, dan 42,0% mengalami presbiopia. Sebanyak 4,0% dari peserta terindikasi memiliki kelainan organik mata seperti katarak dan pterygium, yang kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala di komunitas pendidikan berbasis pesantren. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mata dan penggunaan koreksi optik yang tepat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model promotif-preventif kesehatan mata berbasis komunitas dalam meningkatkan derajat kesehatan penglihatan masyarakat pesantren